Apakah kemiskinan, kelaparan, pengangguran di Indonesia sudah teratasi ? Urbanisasi yang tidak teratasi, transmigrasi yang tidak teratasi atau tertangani dengan baik , banyaknya korupsi atau penyelewengan dana yang dilakukan oleh para pejabat-pejabat yang tidak mempunyai integritas dan pendidikan yang kurang bermutu. Ini semua membuat kemiskinan, pengangguran dan kelaparan yang semakin meluas di Indonesia. Jika tidak ditangani dengan baik, maka kemiskinan, pengangguran dan kelaparan makin sulit ditanggulangi. Berdasarkan data BPS jumlah penduduk miskin di Indonesia tahun 2007 sekitar 31,17 juta. Karena jumlah penduduk yang miskin maka, ancaman kelaparan bagi kaum miskin akan semakin berat, dan jumlahnya akan bertambah banyak, seiring dengan mereka yang terancam kelaparan adalah penduduk yang pengeluaran per kapita sebulannya di bawah Rp 30.000,00. Di antara orang-orang yang terancam kelaparan, sebanyak 272.198 penduduk Indonesia, berada dalam keadaan paling mengkhawatirkan. Angka-angka ancaman kelaparan itu dapat disimak dalam laporan Survei Sosial Ekonomi Nasional 1996 dalam buku “Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia 1996″ yang dipublikasikan Biro Pusat Statistik, dan buku “Data Sosial Ekonomi Masyarakat Jawa Barat Tahun 1996″ yang dipublikasikan Kantor Statistik Provinsi Jawa Barat. Karena data dalam laporan itu diperoleh pada tahun 1996, saat Indonesia belum terpuruk dalam krisis ekonomi, maka sudah selayaknya perlu disimak dengan lebih hati-hati. Salah satu rambu kehati-hatian yang diperlukan adalah keadaan Indonesia saat ini yang ditandai dengan meroketnya harga, sedangkan pendapatan penduduk merosot yang antara lain disebabkan oleh banyaknya orang yang terkena PHK. Sekarang kita berkilas balik ke beberapa tahun sebelum Indonesia terkena krisis ekonomi. Sebelum Indonesia terperosok ke dalam krisis ekonomi, jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan hanya 22,5 juta. Oleh karena pemerintahan Orde Baru gagal menanggulangi krisis ekonomi, maka jumlah orang miskin membengkak menjadi 78,9 juta. Angka itu secara perlahan-lahan naik dan akhirnya menurut data BPS, penduduk miskin di Indonesia tahun 2007 sekitar 31,17 juta, bagaimana dengan tahun 2008 ? Telah tercatat bahwa penduduk miskin di kota lebih banyak dibanding di desa, mengapa ? Apakah kemiskinan dapat disebabkan oleh urbanisasi ? Ya, karena penduduk desa yang suka dengan kehidupan kota dan tinggal di kota dengan ilmu yang terbatas dan tidak ada kemampuan dan keterampilan maka akan menjadi penganggur karena perusahaan-perusahaan di kota memerlukan orang yang mempunyai intelektual yang baik dan keterampilan, sesudah menjadi penganggur di kota mereka tidak mau untuk kembali ke desa untuk mengoperasikan sawah, padahal kota sangat membutuhkan sembako, tetapi karena kurangnya tenaga kerja di desa sehingga pemerintah harus mengimpor sembako, padahal Indonesia adalah negara maritim dan agraris, tetapi masak harus mengimpor sembako ? Itulah yang disebabkan urbanisasi yang tidak teratasi atau terkontrol dan transmigrasi yang tidak teratasi dengan baik. Sebenarnya, Bentuk paling ekstrim dari kemiskinan adalah kelaparan dimana seseorang kekurangan asupan makanan pokok yang memberikan energi dan zat gizi lainnya untuk dapat hidup produktif. Kelaparan dapat berupa kelaparan nyata yakni bila kekurangan asupan makanan secara keseluruhan, utamanya makanan sumber energi, dan kelaparan tersembunyi bila kekurangan zat gizi mikro tertentu seperti vitamin A, zat besi, iodium, dan seng. Penderita kelaparan tersembunyi seringkali tidak menyadari bahwa dirinya lapar, sehingga penanggulangannya juga tidak lebih mudah. Hidden hunger atau kurang zat gizi mikro umumnya terjadi pada Balita. Masalah gizimikro sampai kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara-negara berkembang termasuk Indonesia adalah Kurang Vitamin A, anemi kurang zat besi dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Gizi kurang memberikan 50% kematian dari seluruh kematian. Sebenarnya, kelaparan dapat disebabakan oleh beberapa faktor, diantaranya kualitas pendidikan dan tingkat pengangguran. Jika ini terus berlanjut maka, akan semakin parah dan merembet kemana – mana. Tetapi solusi yang tepat untuk menanggulangi seluruh kemiskinan, kelaparan dan pengangguran dapat ditanggulangi dengan cara urbanisasi yang terkontrol, transmigrasi yang baik, fasilitas di setiap daerah yang baik, pendidikan yang bermutu dan baik dan peningkatan gizi bagi masyarakat Indonesia. Apakah pemerintah dan kita dapat melakukan itu semua ?
Posted by: samuel4121994 | August 14, 2008
Kemiskinan Di Indonesia
Posted in Sosial | Tags: Busung Lapar, Indonesia, Kekurangan Gizi, Kemiskinan, Kemiskinan Di Indonesia, Kemiskinan Di Tanah Air
